Sejarah Lagu Nina Bobo yang Sangat Menyeramkan

Musik memanglah tidak bisa lepas dari kehidupan tiap hari kita. Aku percaya tentu Kamu senantiasa mencermati lagu tiap harinya kan? Kadangkala Kamu memutar suatu lagu setimpal dengan mood Kamu hari itu ataupun Kamu terencana memutar lagu tertentu buat menolong Kamu jadi segar kembali serta relax. Ataupun bisa jadi pula dalam ekspedisi kembali ke rumah, Kamu mendengar musik yang diputar didalam angkot/ bus yang Kamu tumpangi.

Nah, teruji kan gimana musik senantiasa menemani Kamu tiap harinya tanpa Kamu sadari. Kemudian apa Kamu jenis yang senantiasa mencermati musik buat dapat tidur? Jika ingat lagu pengantar tidur ataupun lullaby tentu Kamu hendak ingat dengan lagu Nina Bobo, lagu yang suka dinyanyikan orang tua kita dikala menidurkan kita semasa kecil.

Dengan lirik yang simpel, lagu ini gampang diingat serta secara turun temurun senantiasa kita nyanyikan. Tanpa ketahui sejarah lagu nina bobo itu sendiri, Apakah nina itu nama anak seorang yang menghasilkan lagu ini? Ataukan yang yang lain? Ada sebagian tipe tentang lagu Nina Bobo yang melegenda ini. Berikut aku hendak membahas asal usul lagu pengantar tidur yang nyatanya konon katanya terdapat cerita mistis dibalik lagu ini.

Tipe Helenina

sejarah lagu nina bobo

Tipe awal dari asal usul lagu pengantar tidur Nina Bobo ini katanya bermula dari suatu keluarga kecil yang mempunyai satu orang anak wanita bernama Helenina yang ialah kombinasi Belanda- Jawa; si bapak kelahiran Belanda bernama Van Rodjnik, ibunya perempuan Jawa bernama Mustika.

Helenina ataupun yang terpanggil Nina, mempunyai permasalahan kesusahan tidur. Hingga Mustika senantiasa bersenandung tiap malam buat menidurkan Nina serta Nina juga jadi ketergantungan dengan senandung pengantar tidur dari ibunya.

Atas anjuran dari bapaknya, si bunda menghasilkan liriknya serta tidak bersenandung lagi. Lirik lagunya sama semacam yang kita tahu saat ini;“ Nina bobo ooh nina boo.. jika tidak bobo digigit nyamuk..”

Tiap malam ibunya senantiasa menyanyikan lagu tersebut, sampai pada sesuatu waktu Nina sakit parah kemudian wafat dunia. Nina wafat pada usianya yang masih 6 tahun serta meninggalkan kesedihan yang mendalam pada orang tuanya.

Pada sesuatu malam, bapaknya Nina menciptakan Mustika si bunda lagi menyanyikan lagu pengantar tidur yang biasa ia nyanyikan buat Nina. Mustika menceritakan jika ia senantiasa mendengar suara Nina menangis memohon dinyanyikan lagu Nina Bobo. Hingga tiap malam meski anaknya telah wafat dunia, si bunda terus menyanyikan lagu itu hingga kesimpulannya ia pula wafat dunia.

Sehabis Mustika wafat dunia, giliran Van Rodjnik yang dihantui oleh anaknya sendiri yang memohon dinyanyikan lagu pengantar tidur“ Nina Bobo” yang senantiasa dinyanyikan ibunya itu.

Perihal ini membuat benak Van Rodjnik jadi tersendat serta ia juga mulai menyanyikan lagu“ Nina Bobo” berulang- ulang sampai ia wafat dunia.

Konon katanya jika kita menyanyikan lagu“ Nina Bobo” buat menidurkan anak kita, arwah Nina tiba serta membuat anak kita tidur terlelap.

Tipe Nina Mijk 

sejarah lagu nina bobo
Sejarah lagu nina bobo yang yang lain menceritakan tentang seseorang wanita yang bernama Nina Mijk, ia berasal dari keluarga musisi Belanda yang mau meningkatkan karirnya di Indonesia. Seluruhnya berawal dari sesuatu malam kala hujan deras diiringi petir, Nina seketika berganti jadi semacam bukan dirinya.

Ia menjerit- jerit, tubuhnya melipat lentur semacam lagi kayang, serta mengumpat semacam kesurupan. Peristiwa seram ini terjalin tiap malam serta membuat segala keluarga kebimbangan. Ibunya Nina sangat pilu memandang peristiwa ini sebab Nina wajib diikat/ dipasung biar tidak melukai dirinya yang tiap harinya terus menjadi kurus serta pucat.

Keadaannya yang jadi tidak wajar ini membuat bapaknya tidak kokoh melihatnya serta kembali ke negaranya, meninggalkan Nina serta ibunya. Kondisi jadi terus menjadi mencekam kala satu per satu pembantu juga berangkat sebab ketakutan, jadi dalam rumah yang kian tidak terurus itu cuma tinggal Nina yang masih terkunci di kamarnya serta ibunya.

Pada sesuatu malam, Nina tidak lagi menjerit- jerit semacam malam umumnya. Sepi serta ibunya yang penasaran mengintip kamar Nina. Ia memandang Nina duduk diatas tempat tidurnya sembari menangis, malam itu ibunya semacam memandang Nina anaknya yang sesungguhnya.