Pamerkan Kemesraan di Media Sosial, Ini Hukumnya dalam Islam!

Saat ini semua orang bebas dalam berekspresi di dunia maya melalui akun-akun media sosial yang mereka miliki. Setiap orang juga bebas untuk mengunggah foto-foto ataupun video-video koleksi pribadinya dalam akun tersebut.

https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 614 2085422 pamerkan-kemesraan-di-media-sosial-ini-hukumnya-dalam-islam-D3yuLGg5Gh.jpg

Akibatnya semua unggahan di media sosial pun bisa dinikmati dan dilihat oleh semua orang yang mengikuti akun itu.

Banyak pula yang tanpa merasa malu memamerkan kemesraan dengan pasangannya. Baik itu bagi pasangan yang belum menikah maupun pasangan yang telah menikah.

Namun tahukah Anda bahwa memamerkan kemesraan di depan umum menurut Islam itu tidak diperbolehkan?

Bagi pasangan yang sudah menikah, bermesraan memanglah sesuatu yang dihalalkan. Namun kita perlu ingat bahwa tidak semua yang halal boleh ditampakkan dan dipamerkan di depan banyak orang.

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengajarkan agar umatnya memiliki sifat malu. Bahkan beliau menyebut rasa malu adalah bagian dari iman. Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

الإِيمَانُ بِضْعٌ وَسَبْعُونَ شُعْبَةً وَالْحَيَاءُ شُعْبَةٌ مِنَ الإِيمَانِ

Iman itu ada tujuh puluh sekian cabang. Dan rasa malu salah satu cabang dari iman. (HR. Ahmad 9361, Muslim 161, dan yang lainnya).

Salah satu bagian dari rasa malu adalah tidak menampakkan perbuatan yang tidak selayaknya dilakukan di depan umum.

Dalam sebuah video, Dai kondang, Abu Bassam Oemar Mita, Lc., mengatakan, bermesra-mesraan di depan umum itu tidak diperbolehkan. Hal itu disebabkan membuat orang jadi ingin berzina

"'Boleh enggak bermesra-mesraan?' Enggak boleh pak mencium jidat istrinya di depan orang, ciuman, walaupun itu istrinya. 'Loh itu istri saya sendiri ustadz', yang bilang istri tetangga itu siapa? Tetap enggak boleh. Karena Nabi itu tidak pernah memperlihatkan kemesraan di depan rumah," ucap Ustadz Abu Bassam Oemar Mitra dalam sebuah video.

"Semua kemesraan itu di balik rumah, di balik pintu. Mau apapun di balik pintu, silahkan. tapi kalau di luar pintu, enggak boleh. Kenapa? Untuk menjaga hati yang punya penyakit kotor. Supaya tidak tertarik untuk melakukan zina gara-gara melihat pemandangan itu. Makanya tidak ada aturan detail yang mengatur hubungan laki-laki dan perempuan. Kecuali apa? Islam Pak. Kenapa? karena semangatnya Islam itu menutup rapat pintu perzinaan," lanjutnya.

Rasul memang tidak pernah memamerkan kemesraanya di depan umum, apalagi sampai mencium dan sebagainya. Namun saat ini banyak sekali orang atau selebgram memamerkan kemesraanya di dalam akun media sosialnya. Padahal hal ini tidak diperbolehkan dalam Islam.

Gambar kemesraan yang diunggah dalam media sosial bisa memicu syahwat orang lain yang melihatnya. Terutama ketika terlihat bagian tubuh wanita. Lelaki yang jahat bisa saja memanfaatkannya untuk tindakan yang tidak benar.

Gambar semacam ini juga dapat memicu orang untuk berbuat maksiat dan siapapun yang mengajak seseorang kepada sebuah kesesatan, maka dia akan mendapatkan dosa.


Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا

Barangsiapa yang mengajak kepada sebuah kesesatan maka dia mendapatkan dosa seperti dosa setiap orang yang mengikutinya, tanpa mengurangi dosa mereka sedikitpun. (HR. Ahmad 9160, Muslim 6980, dan yang lainnya).

Jika pasangan yang sudah menikah saja dilarang memamerkan kemesraan di depan umum, apalagi pasangan yang belum menikah, tentu hal tersebut sangat dilarang karena termasuk perbuatan zina. Allah SWT telah berfirman :

“Dan janganlah kamu mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isra’ : 32)