Kisah Nabi Musa Mengadukan Sakit Giginya pada Allah SWT

Ketika sakit tindakan pertama yang kita lakukan adalah pergi ke dokter. Setelah pergi ke dokter dan berkonsultasi, kita pun akan menukarkan resep yang telah dokter buat untuk kita agar mendapatkan obat.

https: img-k.okeinfo.net content 2019 07 30 614 2085532 kisah-nabi-musa-mengadukan-sakit-giginya-pada-allah-swt-2itBNYEduy.jpg
 Hanya pada Allah minta pertolongan


Namun tahukah kamu sesungguhnya yang menakdirkan kita untuk sembuh dari rasa sakit hanyalah Allah SWT. Salah satu dari nama-nama Allah adalah Asy Syaafii, yaitu Allah Yang Maha Menyembuhkan.

Dalam video yang diunggah @ngajikyai, Sabtu (27/07/2019), KH. Ahmad Bahauddin Nursalim atau yang lebih akrab dipanggil Gus Baha, menceritakan kisah Nabi Musa saat sedang mengalami sakit gigi. Dalam kisah tersebut mengandung makna bahwa sesungguhnya yang menyembuhkan penyakit adalah Allah SWT bukan obat-obatan.

"Nabi Musa itu pernah sakit gigi karena mentang-mentang beliau kalimullah (orang yang sering berkomunikasi dengan Allah). Minta kepada Allah, 'Ya Allah tunjukkan obat untuk sakit gigi itu apa?' Singkat cerita sama Allah dikasih tahu 'kamu kunyah rumput ini!' karena resepnya dari Allah ya pasti mujarab, kan bukan dari dokter. Singkat cerita, dikunyah langsung sembuh," ucap Gus Baha dalam video tersebut.

"Suatu saat Nabi Musa sakit gigi lagi tapi enggak konsultasi lagi. Karena pikirnya masih punya resep copy-an tadi. Kemudian datang, mencari rumput lagi kemudian dikunyah malah tambah sakit. Tanya sama Allah 'Ya Allah ini resepnya sama, kok malah tambah sakit?' terus dijawab sama Allah, 'kamu itu kekasihku, seharusnya kamu tahu bahwa yang menyembuhkan itu 'Aku' bukan rumput itu. Sejak saat itu Nabi Musa tak pernah tanya resep lagi.

Dari kisah di atas dijelaskan bahwa yang membuat sakit menjadi sembuh itu bukanlah obat. Bahkan, dalam kasus sakit gigi yang diderita oleh Nabi Musa AS, kesembuhan gigi yang sakit itu bukanlah karena rumput falani. Allah SWT menunjukkan kepada Nabi Musa AS bahwa rumput yang dulu digunakan sebagai obat itu ternyata tidak mampu menyembuhkan rasa sakit jika Allah SWT tidak mengizinkan.

Kita selalu percaya dan yakin bahwa obatlah yang menyebabkan kita sembuh dan sehat. Padahal, obat itu adalah perantara (media) saja. Sedangkan yang mampu menyembuhkan sakit manusia adalah Allah SWT. Sama halnya dengan dokter, dokter bukanlah penyembuh penyakit, ia hanyalah orang yang mengobati dan masalah kesembuhan itu adalah atas izin Allah SWT.

Terkait kesabaran dalam menghadapi penyakit, terdapat tauladan dalam kisah Nabi Ayyub AS seperti yang dikisahkan dalam Alquran. Beliau diuji oleh Allah SWT dengan penyakit yang tak bisa sembuh bertahun-tahun.

Namun Nabi Ayyub AS tak pernah menyerah dan terus memohon kesembuhan atas penyakitnya tersebut kepada Allah SWT. Doa Nabi Ayyub AS terabadikan dalam Alquran surat Al Anbiyaa ayat 83. Berikut doanya:


"Robbi annii massaniyadh dhurru wa anta arhamar roohimiin."

Artinya: " Ya Tuhanku, sesungguhnya aku telah ditimpa penyakit dan Engkau adalah Tuhan Yang Maha Penyayang di antara semua penyayang."

Lantunkanlah doa tersebut jika sedang terserang penyakit. Insyaallah dengan izin Allah penyakit tersebut akan segera disembuhkan.