Saat Umar bin Khattab 'Menjadi Penyebab' Seorang Perempuan Hamil Keguguran

Pada masa pemerintahan Amirul Mukminin Sayyidina Umar bin Khattab, terdapat seseorang wanita berbadan dua yang ditinggal suaminya. Si suami berangkat entah kemana sehabis menghamili wanita itu. Naasnya, wanita berbadan dua seperti itu yang disalahkan kaumnya. Memandang peristiwa itu, Sayyidina Umar bin Khattab setelah itu mengutus seorang buat menemui serta mengundang wanita itu supaya menghadapnya.

Saat Umar bin Khattab 'Menjadi Penyebab' Seorang Perempuan Hamil Keguguran

Wanita itu tiba penuhi undangan Sayyidina Umar bin Khattab dengan berat hati. Ia khawatir serta takut buat berjumpa dengan Sayyidina Umar. Dia berpikir apa yang salah dengan dirinya sehingga wajib berurusan Si Khalifah. Di tengah jalur, wanita berbadan dua tersebut merasakan mulas. Dia setelah itu mampir di suatu rumah serta tidak lama berselang melahirkan. Sayangnya, sang jabang balita wafat dunia sehabis menjerit 2 kali.

Sayyidina Umar bin Khattab langsung mengumpulkan pejabat- pejabatnya sehabis mendengar berita wanita tersebut keguguran dalam ekspedisi buat menghadapnya. Dia mengajak para teman- temannya berdiskusi guna menuntaskan perkara tersebut. Terdapat yang berkomentar jika Si Khalifah tidak bersalah atas kegugurannya wanita itu. Sebabnya, Si Khalifah cuma bernazar mendidik wanita itu serta melakukan tugas kepemimpinannya.

Sayyidina Umar mencermati usulan serta komentar para pejabatnya satu per satu. Sampai kesimpulannya dia tersadar kalau pada dikala itu Sayyidina Ali bin Abi Thalib cuma terdiam saja, tidak turut berdialog mengemukakan pendapatnya. Hingga setelah itu Sayyidina Umar menghadap Sayyidina Ali serta memohon pendapatnya terpaut dengan perkara di atas.

“ Jika itu memanglah komentar mereka individu, hingga komentar mereka itu galat. Sebaliknya jika mereka berkomentar demikian buat menyenangkanmu, berarti mereka tidak tulus kepadamu,” kata Sayyidina Ali bin Abi Thalib memulai pembicaraannya, semacam dilansir novel Hayatush Shahabah( Syaikh Muhammad Yusuf al- Kandahlawi, 2019).

Sayyidina Ali bin Abi Thalib setelah itu melanjutkan pendapatnya. Dia memperhitungkan jika dalam perihal itu Sayyidina Umar bersalah sebab sudah membuat wanita tersebut ketakutan sampai terjalin keguguran padanya. Oleh sebab itu, Sayyidina Ali melaporkan kalau Si Khalifah wajib membayar diyat kepada wanita itu. Diyat dimaksudkan bagaikan ubah rugi atas pembunuhan tanpa terencana.

Si Khalifah kesimpulannya mengambil komentar Sayyidina Ali. Sebab pada dikala itu tidak memiliki duit, hingga dia memerintahkan Sayyidina Ali supaya menagih utangnya dari Quraisy buat membayar diyat kepada wanita yang keguguran itu.