6 Penemuan Aneh yang Tak Disangka-sangka! Terutama Penemuan Ikan Prasejarah Nomor 4

Bumi kadangkala merupakan tempat benda- benda aneh. Apalagi penemuan aneh yang betul- betul membuat kalian geleng- geleng kepala. Terkadang pula tidak terdapat alibi rasional yang masuk ide kenapa mereka terletak di tempat tersebut. Terkadang, bila kita beruntung, kita kesimpulannya belajar kenapa barang itu terdapat di situ. Malah kadangkala, itu senantiasa jadi teka- teki selamanya.

6 Temuan Aneh yang Tidak Disangka- sangka! Paling utama Temuan Paus No 3


1. Kobra India di Missouri

6 Penemuan Aneh yang Tak Disangka-sangka! Terutama Penemuan Paus Nomor 3


Kala itu mereka timbul di jalanan serta di taman- taman Springfield, Missouri pada tahun 1953, orang- orang banyak yang panik sebab perihal tersebut. Paling tidak sebelas ular dikirim dengan bermacam metode antara bulan Agustus serta Oktober.

Mowrer Animal Company terus menyangkal seluruh sesuatunya hingga kematiannya, serta baru pada tahun 1988 seseorang lelaki lain tiba buat mengakui kalau ia membebaskan ular tersebut di kota. Bagi ceritanya, ia tidak menyadari kalau mereka merupakan ular kobra kala ia membuka peti yang terletak di gang balik.

2. Ikan di Honduras( lebih dari 100 mil dari lautan)



Di Kota Yoro, Honduras, memberi tahu fenomena aneh. Sepanjang sebagian hari di bulan Mei ataupun Juni, masyarakat memandang jalanan yang penuh dengan ratusan ikan gabus kecil. Mereka umumnya timbul sehabis badai besar.

Terdapat sebagian teori tentang apa yang terjalin. National Geographic melaksanakan penyelidikan pada tahun 1970- an, namun tidak terdapat seseorang juga yang sanggup menggali data formal ataupun postingan apa juga yang mereka temukan di situ.

3. Fosil ikan paus di peternakan Vermont



Pada tahun 1849, para pekerja lagi membangun rel kereta api di Vermont kala mereka menggali suatu yang aneh di tengah ladang seseorang petani. Penemuan itu merupakan seekor paus, bukan sahabat biasa untuk jagung serta tomat.

Aneh nyatanya, lebih aneh lagi sebab lautan terletak dekat 200 mil jauhnya. Terdapat pula 2 pegunungan buat mengarah tempat tersebut. Banyak yang berkomentar kalau kerangka ikan paus bagaikan fakta kalau banjir besar sempat merendam tempat tersebut.

4. Ikan prasejarah yang sudah punah ditemui hidup di kapal nelayan Afrika Selatan



Pada bulan Desember 1938, kurator museum sejarah alam East London, Marjorie Courtenay- Latimer, menemukan panggilan telepon dari seseorang nelayan setempat. Ia sudah menjaring sebagian hiu serta sebagian ikan aneh, serta ia bingung apakah ia mau tiba memandang apakah terdapat yang bisa jadi ia mau buat isi museum. Kala ia hingga di situ, ia menciptakan suatu yang sangat ia mau: seekor coelacanth, ikan yang sudah punah dekat 70 juta tahun tadinya.

Latimer serta seseorang rekan, J. L. B. Smith, kesimpulannya menegaskan kalau ikan itu merupakan salah satu asal prasejarah. Semenjak itu, kami menciptakan anggota dari 2 spesies coelacanth yang berbeda, walaupun paling tidak terdapat 90 ekor pada satu waktu.

5. Nanoteknologi dalam cangkir 1. 600 tahun



Museum Inggris menemukan Piala Lycurgus pada 1950- an, serta sepanjang sebagian dekade, mereka tidak ketahui gimana metode kerjanya. Banyak piala berganti corak. Kala dinyalakan dari satu sisi, jadi corak hijau. Kala dinyalakan dari sisi lain, rupanya merah. Kala mereka melaksanakannya, mereka menciptakan kalau pergantian corak dicoba dengan teknologi yang baru mulai kita pahami.

6. Sekoci Pulau Bouvet



Perinci berarti buat yang satu ini merupakan seberapa jauh dari pulau Bouvet, serta seberapa mungilnya pulau ini. Tidak terdapat lahan lain dalam radius 1. 000 mil, serta itu cuma sebagian mil persegi.

Pulau ini ditemui pada 1739, kala penjelajah kutub tanpa terencana menciptakannya. Itu sangat tidak signifikan sehingga mereka salah memetakan, serta itu menggagalkan seluruh upaya buat menciptakan serta memetakannya lagi hingga 1898. Kala Jerman kesimpulannya memetakan seluruhnya. Mereka cuma berlayar berkelana, mencatat kalau itu merupakan tebing es serta setelah itu pindah. Tidak hingga 1964, Afrika Selatan memutuskan kalau itu bisa jadi tempat yang bermanfaat buat mendirikan stasiun cuaca.